90 Persen Siswa SMAN 2 Tangsel Lolos ke PTN, PJJ tidak Mempengaruhi Kualitas

Sebanyak 90 persen siswa SMA Negeri 2 Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia pada tahun 2021. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19 pun ternyata tidak mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar di SMA Negeri favorit Tangsel itu.

Demikian kesimpulan bincang-bincang Radar Tangsel.Com dengan Kepala SMAN 2 Tangsel, Abu Yazid. Kata kepala sekolah (kepsek), mutu dan kualitas pembelajaran di SMAN 2 Tangsel tidak akan turun dan terganggu dengan proses Pertemuan Tatap Muka (PTM) maupun dalam jaringan (daring) atau PJJ di masa pandemi ini.

Hal itu, ucap Yazid, terbukti dengan diterimanya lulusan tahun 2021 sebanyak 90 persen ke Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. “Target kurikulumnya siswa tetap harus mencapai target pembelajaran. Target kurikulum tersebut tetap kami laksanakan. Dan, pembelajaran tetap kita tekankan pada kualitas pembelajaranya. Untuk siswa yang lulus menuju perguruan tinggi tiap tahunya terus meningkat di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Untuk kelulusan tahun 2021 ini saja, hampir 90 persen jumlah siswa kami masuk Perguruan Tinggi Negeri,” ujar Yazid, di ruang kerjanya, Kamis (9/9/2021).

Mantan kepala sekolah Mts Nurul Falah, Pondok Ranji, Ciputat Timur itu pun menegaskan, jajarannya siap melaksankan kegiatan belajar mengajar sistem PTM di SMAN 2 Tangsel. “Sudah datang siswa untuk melakukan simulasi PTM. Sekitar 50 persen dari jumlah siswa yang mengikuti PTM. Tidak keseluruhan. Jadi, simulasi dibagi dua shift. Pertama pukul 08 WIB-09.00 WIB. Shift pembelajaran kedua, pukul 09.30 WIB-10.30 WIB,” ungkapnya.

Pada tahap simulasi dan sosialisasi ini, jelas sang kepsek, pihaknya membagi hari untuk kegiatan PTM di sekolah agar tidak terjadi penumpumpukan siswa. “PTM dimulai pada hari Senin (13/9/2021). Masih dengan mengikuti jadwal per kelas siswa yang datang ke sekolah. Siswa yang tidak ada jadwal PTM tetap melaksanakan pembelajaran secara daring,” cetus kepsek bertitel sarjana agama (S.Ag.) untuk S1-nya itu.

Kepala sekolah pun tetap optimis akan pencapaian maksimal dari pembelajaran PTM dengan waktu yang terbatas ini. “Target awal adalah para siswa ini dapat melakukan penyesuaian di sekolah dengan PTM ini,” terangnya.

Tegas Yazid, PTM itu tidak akan maksimal. “Yang terpenting, anak membiasakan diri dulu di sekolah. Selama 1,5 tahun sudah cukup lama mereka tidak ke sekolah. Jadi penyesuaian diri siswa pada kondisi new normal ini. Nanti kalau sudah berjalan sesuai SKB 4 menteri dalam 2 bulan akan dievaluasi. Jika tidak ada kasus terjadi lagi, maka akan diteruskan PTM ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sekolah tingkat SLTA di Kota Tangerang Selatan sejak Senin (6/9/201) sudah melakasanakan simulasi Pertemuan Tatap Muka (PTM) setelah hampir 1,5 tahun siswa melaksanakan pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19.

Simulasi PTM pun dilakukan juga oleh SMAN 2 Kota Tangerang Selatan. Terlihat para siswa di halaman sekolah melakukan serangkaian tes protokol kesehatan.

Di antaranya melakukan pengecekan suhu badan dan mencuci tangan sebelum siswa masuk ke ruang kelas. Selain juga telah melakukan vaksinasi. (DMY)



Related Posts