- Bupati Tangerang Resmikan Gedung Sekretariat dan GOR KONI Kabupaten Tangerang
- Wabup Intan Minta Warga Jadikan Balai Warga Sebagai Rumah Ide, Gagasan dan Persatuan
- Kapolres Bangka Barat Imbau Sopir Truk Sawit Gunakan Jaring Demi Keselamatan Lalu Lintas
- Kurang Dari 12 Jam, Polres Bangka Barat Ungkap Kasus KDRT di Simpang Teritip
- Kapolres Bangka Barat Ajak Anggota Tanam Pohon Meski Diguyur Hujan Lebat
- Satlantas Polres Bangka Barat Intensifkan Patroli Rawan Banjir di Mentok
- Polres Bangka Barat Beri Penghargaan Kepada 14 Satpam Berprestasi Pada HUT Satpam Ke-45
- Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Maraknya Deepfake Asusila
- RedDoorz Balaraja Salurkan Bantuan Sembako Pasca Banjir Untuk Warga Kampung Bojong, Desa Pasir Ampo
- Di Duga Langgar Sop Oprasional Mitra Pt. Timah di Mentok Menuai Protes
Laksa Betawi yang Menggugah Selera international
Makanan khas betawi yang satu ini memang sudah agak jarang bisa ditemui. Namun bukan berarti punah. Di beberapa lokasi tertentu, anda masih bisa menemukan Laksa betawi. Bagi anda yang belum mengetahui apa itu Laksa Betawi, Laksa betawi adalah Penganan berjenis mie yang diberi bumbu. Laksa Betawi memiliki kuah berwarna kekuningan. Campuran udang rebon yang ada dalam kuah laksa, membuat rasanya menjadi segar dan di padu aroma khas udang.
Selain itu, Makanan ini menggunakan Ketupat. Isi dari ketupat laksa betawi adalah irisan ketupat, telur, kemangi, tauge. kucai, bihun, perkedel, dan bawang goreng, serta kuahnya yang kental dengan taburan udang kering. Namun ada yang bilang bahwa Bihun dan perkedel hanya variasi tambahan dari laksa, bukan bawaan asli nya.
Cara lain untuk menikmati Laksa adalah menggunakan Semur betawi. Paduan rasa manis pada semur, tentu nya akan menambah rasa gurih di lidah. Namun hal ini bukan suatu keharusan. Tergantung selera masing-masing.
Cara mengolah Laksa Betawi
Mengolah laksa betawi susah-susah gampang. Bumbunya sederhana, terdiri dari kunyit, lengkuas, sereh, daun salam, daun jeruk, jahe, jintan, lada, temu kunci, serta dua kilogram udang rebon. Semua bumbu dihaluskan dengan lumpang lalu ditumis dan dicampur dengan santan cair.
Bumbu baru ditambahkan dengan santan kental. Proses ini dilakukan sampai tiga kali. Sejak dahulu hingga sekarang. Dengan proses yang agak rumit, tidak aneh kalau makanan ini jadi agak langka. Orang maunya langsung jadi tanpa memikirkan cara pembuatannya.








