- Kapolresta Tangerang Kunjungi Lintang Bukit NI Kwan Kong Bio Makin Ciapus, Tegaskan Komitmen Jaga To
- Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Seret Nama Wagub Jawa Barat, Ini Faktanya
- Dugaan Penyimpangan Dana TKD Kedungwaringin Makin Disorot, Kepala Desa Dinilai Anti-Kritik dan Tertu
- Resmi Beroperasi, Klinik Pratama PIK Care Medika Hadir di Teluknaga, Akses Kesehatan Warga Pesisir K
- GM FKPPI Tangsel Hadiri Silaturahmi Kapolres, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Jelang Ram
- Polsek Cikupa Gelar Ops Cipkon KRYD, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Malam Hari
- Mayor Inf Tubagus Halim Hadiri Pemusnahan BB di Kejari Tigaraksa
- Operasi Keselamatan Maung Hari Kedua, Satlantas Polresta Tangerang Tegur Humanis dan Edukatif Ratusa
- Jum’at Berkah Penuh Makna, Kartini Bamus Kota Tangerang Hadir Berbagi Untuk Warga Perum Periuk Damai
- Commander Wish Kapolda Banten, Polsek Panongan Gelar Strong Point Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas d
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Seret Nama Wagub Jawa Barat, Ini Faktanya
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Seret Nama Wagub Jawa Barat, Ini Faktanya

Keterangan Gambar : Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Seret Nama Wagub Jawa Barat, Ini Faktanya
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Seret Nama Wagub Jawa Barat, Ini Faktanya


Sebuah pemberitaan yang dimuat oleh The Karawang Post tengah menjadi sorotan publik. Artikel tersebut mengulas laporan dugaan penipuan dan penggelapan dana senilai miliaran rupiah yang disebut-sebut turut menyeret nama Wakil Gubernur Jawa Barat beserta anaknya.
Baca Lainnya :
- Dugaan Penyimpangan Dana TKD Kedungwaringin Makin Disorot, Kepala Desa Dinilai Anti-Kritik dan Tertu0
- Resmi Beroperasi, Klinik Pratama PIK Care Medika Hadir di Teluknaga, Akses Kesehatan Warga Pesisir K0
- GM FKPPI Tangsel Hadiri Silaturahmi Kapolres, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Jelang Ram0
- Polsek Cikupa Gelar Ops Cipkon KRYD, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Malam Hari0
- Mayor Inf Tubagus Halim Hadiri Pemusnahan BB di Kejari Tigaraksa0
Berdasarkan informasi yang beredar, laporan tersebut telah diajukan ke Polda Jawa Barat pada akhir tahun 2025. Nilai kerugian yang diklaim dalam laporan mencapai sekitar Rp3,6 miliar.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan tersebut, termasuk apakah telah dilakukan pemanggilan atau penetapan tersangka.
Di sisi lain, kuasa hukum pihak yang namanya dikaitkan dalam laporan itu membantah tegas seluruh tudingan. Mereka menyatakan tidak terdapat aliran dana maupun bukti transaksi sebagaimana yang dituduhkan. Terkait dugaan keterlibatan anak Wagub dalam transaksi tertentu, disebutkan bahwa nominalnya jauh lebih kecil dari angka yang beredar dan telah diselesaikan.
Kasus ini pun memicu perdebatan di ruang publik dan media sosial. Sejumlah pihak mendesak agar proses hukum berjalan secara transparan, sementara lainnya mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum ada keputusan resmi dari aparat penegak hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari instansi terkait mengenai perkembangan penyelidikan. Publik kini menanti klarifikasi dan langkah hukum selanjutnya guna memastikan kejelasan perkara tersebut.









