Peta Politik DPR: Fraksi Pendukung Pilkada Lewat DPRD Diprediksi Unggul
Pakar Politik Beri Perspektif Pro dan Kontra

By redaksi 30 Des 2025, 21:17:23 WIB Politik
Peta Politik DPR: Fraksi Pendukung Pilkada Lewat DPRD Diprediksi Unggul

Jakarta — Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) dari sistem langsung oleh rakyat ke mekanisme yang dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di ruang politik nasional. Berdasarkan peta politik di DPR saat ini, sejumlah fraksi pendukung gagasan ini diperkirakan akan mampu memenangkan perdebatan dalam forum legislatif dan memengaruhi arah pembahasan beleid terkait pilkada tidak langsung.


Grafis Peta Politik Dukungan Fraksi DPR

Baca Lainnya :

Di bawah ini grafis peta politik berbasis teks (ASCII) yang menunjukkan kecenderungan dukungan fraksi di DPR terhadap wacana pilkada lewat DPRD:


Catatan: Grafik di atas hanya ilustrasi berbasis tren dukungan yang terlihat di DPR saat ini. Komposisi fraksi bisa berubah seiring dinamika politik dan perundingan legislatif.


Dominasi Parpol Pendukung Pilkada Lewat DPRD

Konfigurasi politik di DPR menunjukkan bahwa sejumlah partai besar secara aktif mendorong opsi pilkada melalui DPRD. Pengamat politik dari Politika Research & Consulting, Nurul Fatta, menilai partai-partai ini berada pada posisi strategis. “Partai penguasa memiliki jaringan politik dan ekonomi yang kuat sehingga mereka bisa menguasai forum pengambilan keputusan,” ujarnya.


Respons Beragam dari Fraksi Lain

Tidak semua pihak setuju dengan wacana pilkada lewat DPRD. Beberapa fraksi di DPR tetap menolak opsi tersebut, menekankan pentingnya hak warga negara untuk memilih langsung pemimpin daerahnya.


Pakar politik juga memberikan pandangan beragam:

  • Prof. Caroline Paskarina mengingatkan bahwa perubahan ini berpotensi memperdalam masalah demokrasi, terutama jika mengurangi keterlibatan publik dalam politik.
  • Arifki Chaniago menilai usulan pilkada lewat DPRD “memindahkan persoalan dari ruang publik ke ruang elite partai.”
  • Dr. Yance Arizona menyatakan bahwa perubahan ini bisa membuka peluang praktik politik transaksional yang lebih besar.


Implikasi Politik dan Demokrasi

Perdebatan ini bukan sekadar soal metode memilih kepala daerah, tetapi juga menyentuh fundamental demokrasi di Indonesia. Para pakar menilai perubahan mekanisme dapat berdampak pada legitimasi pemimpin daerah, hubungan antara eksekutif dan legislatif, serta tingkat partisipasi masyarakat dalam proses politik.

Dengan mayoritas fraksi yang mendukung pilkada lewat DPRD saat ini, dinamika politik di parlemen diprediksi akan semakin menarik di awal tahun legislatif mendatang.